Sabtu, 25 Agustus 2012

INDAHNYA HIDUP BERKELUARGA


Pengkotbah 4:7-12.

            Pengkotbah mau mengatakan bahwa kalau hidup sendiri itu tidak baik atau sia-sia, hal ini nampak dalam ayat 8, sedangkan dalam ayat 9-12, pengkotbah menekankan tentang hidup berdua atau punya teman itu lebih baik. Punya teman bisa saja kita tafsirkan sebagai sahabat atau juga teman hidup. Pada kenyataannya sebagai manusia kita tidak mungkin bisa hidup seorang diri. Kita memerlukan orang lain. Sejak lahir kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita dalam pertumbuhan jasmani dan pembentukan mental atau spiritualitas kita. Setelah dewasa sebagai laki-laki atau perempuan kita mebutuhkan teman hidup. 
            Hidup berdua lebih baik daripada hidup seorang diri. Alasannya menurut ayat 9 ada upah yang baik. Kalau upah keduanya dikumpulkan itu lebih banyak daripada upah seorang diri saja. Alasan yang lain yaitu kalau yang seorang jatuh maka yang lain bisa membantu untuk mengangkatnya. Jika hidup seorang diri saja dan jatuh, maka tidak ada yang membantunya. Alasan yang berikut yaitu kalau tidur bersama badan hangat daripada sendiri badan tidak hangat apalagi mengingat udara malam skarang cukup dingin. Alasan yang diberikan dalam ayat 12 yaitu dalam menghadapi musuh, ia tidak sendiri tetapi bisa bersama-sama.
            Bagaimana kita memahami perikop ini dalam kehidupan keluarga kita ? Hidup keluarga kita akan baik, menyenangkan kalau sebagai suami dan istri dapat saling menolong, melengkapi. Hidup dalam keluarga akan menjadi indah kalau ada kebersamaan. Bersama-sama dalam menikmati hasil jerih payah atau upah, bersama-sama dalam menghadapi tantangan dari musuh atau dunia ini. Bersama-sama dalam membina dan membangun suatu kehidupan keluarga yang hidup dalam takut pada Tuhan. Jika itu yang keluarga-keluarga Kristen laksanakan maka pastilah kehidupan kita bersama dalam keluarga tidak sia-sia karena akan menjadi berkat bagi banyak orang lain.
            Bagaimana kalau dalam keluarga kita tidak ada kebersamaan antara suami dan istri. Tiap orang bekerja untuk diri sendiri. Tiap orang mengatur diri sendiri).
Suami bekerja dan upahnya dipakai seorang diri dan memberikan uang sedikit sekali untuk istri. Atau istri tidak terlalu memperhatikan rumah tangga sehingga lebih sering memakai uang untuk berfoya-foya seorang diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar