Pengkotbah 4:7-12.
Pengkotbah
mau mengatakan bahwa kalau hidup sendiri itu tidak baik atau sia-sia, hal ini
nampak dalam ayat 8, sedangkan dalam ayat 9-12, pengkotbah menekankan tentang
hidup berdua atau punya teman itu lebih baik. Punya teman bisa saja kita
tafsirkan sebagai sahabat atau juga teman hidup. Pada kenyataannya sebagai
manusia kita tidak mungkin bisa hidup seorang diri. Kita memerlukan orang lain.
Sejak lahir kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita dalam pertumbuhan
jasmani dan pembentukan mental atau spiritualitas kita. Setelah dewasa sebagai
laki-laki atau perempuan kita mebutuhkan teman hidup.
Hidup
berdua lebih baik daripada hidup seorang diri. Alasannya menurut ayat 9 ada
upah yang baik. Kalau upah keduanya dikumpulkan itu lebih banyak daripada upah
seorang diri saja. Alasan yang lain yaitu kalau yang seorang jatuh maka yang
lain bisa membantu untuk mengangkatnya. Jika hidup seorang diri saja dan jatuh,
maka tidak ada yang membantunya. Alasan yang berikut yaitu kalau tidur bersama
badan hangat daripada sendiri badan tidak hangat apalagi mengingat udara malam skarang cukup dingin. Alasan yang diberikan dalam
ayat 12 yaitu dalam menghadapi musuh, ia tidak sendiri tetapi bisa
bersama-sama.
Bagaimana
kita memahami perikop ini dalam kehidupan keluarga kita ? Hidup keluarga kita
akan baik, menyenangkan kalau sebagai suami dan istri dapat saling menolong,
melengkapi. Hidup dalam keluarga akan menjadi indah kalau ada kebersamaan.
Bersama-sama dalam menikmati hasil jerih payah atau upah, bersama-sama dalam menghadapi
tantangan dari musuh atau dunia ini. Bersama-sama dalam membina dan membangun
suatu kehidupan keluarga yang hidup dalam takut pada Tuhan. Jika itu yang
keluarga-keluarga Kristen laksanakan maka pastilah kehidupan kita bersama dalam
keluarga tidak sia-sia karena akan menjadi berkat bagi banyak orang lain.
Bagaimana
kalau dalam keluarga kita tidak ada kebersamaan antara suami dan istri. Tiap
orang bekerja untuk diri sendiri. Tiap orang mengatur diri sendiri).
Suami bekerja dan
upahnya dipakai seorang diri dan memberikan uang sedikit sekali untuk istri.
Atau istri tidak terlalu memperhatikan rumah tangga sehingga lebih sering
memakai uang untuk berfoya-foya seorang diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar