Minggu, 26 Agustus 2012

13 kalimat bijak

1. Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif.

2. Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya dan menjaga aibnya.

3. Bukan gelar atau jabatan yang menjadi orang menjadi mulia. Jika kualitas pribadi buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah.

4. Ciri seorang pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integrasi antara kita dengan perbuatannya.

5. Jika kita belum bisa membagikan harta, kalau kita tidak bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan.

6. Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri.

7. Pastikan kita sudah bersedekah hari ini, baik dengan materi, dengan ilmu, tenaga, atau minimal dengan seyuman yang tulus.

8. Para pembohong akan dipenjara oleh kebohongannya sendiri, orang yang jujur akan menikmati kemerdekaan dalam hidupnya.

9. Bila memiliki banyak harta, kita akan menjaga harta. Namun jika kita memiliki banyak ilmu, maka ilmulah yang akan menjaga kita.

10.Kalau hati kita bersih, tak ada waktu untuk berpikir licik, curang atau dengki sekalipun.

11. Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlash ialah bagian dari hati.

12. Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri.

13.Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita, tapi kita tahu persis
seberapa banyak bekal yang kita miliki untuk menghadapinya.

Sabtu, 25 Agustus 2012

INDAHNYA HIDUP BERKELUARGA


Pengkotbah 4:7-12.

            Pengkotbah mau mengatakan bahwa kalau hidup sendiri itu tidak baik atau sia-sia, hal ini nampak dalam ayat 8, sedangkan dalam ayat 9-12, pengkotbah menekankan tentang hidup berdua atau punya teman itu lebih baik. Punya teman bisa saja kita tafsirkan sebagai sahabat atau juga teman hidup. Pada kenyataannya sebagai manusia kita tidak mungkin bisa hidup seorang diri. Kita memerlukan orang lain. Sejak lahir kita membutuhkan orang lain untuk membantu kita dalam pertumbuhan jasmani dan pembentukan mental atau spiritualitas kita. Setelah dewasa sebagai laki-laki atau perempuan kita mebutuhkan teman hidup. 
            Hidup berdua lebih baik daripada hidup seorang diri. Alasannya menurut ayat 9 ada upah yang baik. Kalau upah keduanya dikumpulkan itu lebih banyak daripada upah seorang diri saja. Alasan yang lain yaitu kalau yang seorang jatuh maka yang lain bisa membantu untuk mengangkatnya. Jika hidup seorang diri saja dan jatuh, maka tidak ada yang membantunya. Alasan yang berikut yaitu kalau tidur bersama badan hangat daripada sendiri badan tidak hangat apalagi mengingat udara malam skarang cukup dingin. Alasan yang diberikan dalam ayat 12 yaitu dalam menghadapi musuh, ia tidak sendiri tetapi bisa bersama-sama.
            Bagaimana kita memahami perikop ini dalam kehidupan keluarga kita ? Hidup keluarga kita akan baik, menyenangkan kalau sebagai suami dan istri dapat saling menolong, melengkapi. Hidup dalam keluarga akan menjadi indah kalau ada kebersamaan. Bersama-sama dalam menikmati hasil jerih payah atau upah, bersama-sama dalam menghadapi tantangan dari musuh atau dunia ini. Bersama-sama dalam membina dan membangun suatu kehidupan keluarga yang hidup dalam takut pada Tuhan. Jika itu yang keluarga-keluarga Kristen laksanakan maka pastilah kehidupan kita bersama dalam keluarga tidak sia-sia karena akan menjadi berkat bagi banyak orang lain.
            Bagaimana kalau dalam keluarga kita tidak ada kebersamaan antara suami dan istri. Tiap orang bekerja untuk diri sendiri. Tiap orang mengatur diri sendiri).
Suami bekerja dan upahnya dipakai seorang diri dan memberikan uang sedikit sekali untuk istri. Atau istri tidak terlalu memperhatikan rumah tangga sehingga lebih sering memakai uang untuk berfoya-foya seorang diri.

Tentang Credit Union


Credit Union adalah salah satu solusi pemberdayaan ekonomi yang bisa melibatkan banyak kalangan masyarakat, lintas agama bahkan lintas usia, agar mereka bertanggungjawab akan masa depannya masing-masing. Yang pra sejahtera bisa naik sedikit menjadi lebih sejahtera; yang sudah sejahtera pun bisa memiliki nilai sosial dari uang simpanannya untuk digunakan bagi mereka yang membutuhkan. Bukan sekedar charity atau donasi, tetapi menjadi modal untuk mengangkat taraf hidup mereka sendiri.
Credit Union adalah salah satu sarana untuk mewartakan Sabda Tuhan khususnya dalam Lukas 4:18-19
“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang”
Kabar terbaik yang ingin didengar orang miskin adalah bahwa sebentar lagi mereka tidak miskin lagi. Sebentar lagi anak-anak mereka bisa terus sekolah. Kabar terbaik nya adalah ada jaminan pensiun bagi orang miskin kalau mereka mau mempersiapkannya dari sekarang. Bahkan kabar baiknya mereka yang meninggalpun tidak meninggalkan ‘hutang’, tapi justru bisa meninggalkan ‘berkat’ bagi ahli warisnya karena pinjamannya mendapatkan proteksi.